Selasa

Setujukah Kamu Dengan Perjodohan?



Berbicara tentang perjodohan di zaman sekarang, rasanya sulit terlepas dari istilah jadul yang sudah melekat sejak lama. Semua tentu sudah pernah mendengar istilah yang satu ini "Hari gini masih dijodoh-jodohin, memangnya zaman Siti nurbaya" kalimat itulah yang sering terucap saat seseorang mendengar kata perjodohan.


Setujukah kamu dengan perjodohan? Pertanyaan sederhana, tetapi susah untuk menjawabnya tanpa menelaah terlebih dahulu hal-hal apa saja yang menjadi latar belakang perjodohan terjadi. Seandainya kita dijodohkan dengan kekasih yang sudah menjadi pujaan hati kita sejak lama, tentunya tidak akan menimbulkan permasalahan, apa lagi untuk menolak rasanya sangat tidak mungkin. Namun bila kejadian itu sebaliknya dan kita dijodohkan dengan seseorang yang belum pernah kita kenal sebelumnya, langkah apa saja yang akan kamu pilih? Menerima, menolak atau akan mempertimbangkannya terlebih dahulu.


Diakui atau tidak, fakta seperti ini sudah sering terjadi di sekitar kita dan bahkan bisa menjadi salah satu pemicu ketidak harmonisan hubungan antara anak dan orang tuanya. Seorang anak yang awalnya penurut bisa saja berubah menjadi pembangkang, serta tidak sedikit pula di antaranya yang nekat berusaha untuk kabur dari rumah sebagai bentuk protes mereka terhadap perjodohan yang tidak mereka inginkan.

Bila kejadian seperti itu yang terjadi sangat sulit untuk menyalahkan orang tua maupun anak. Karena setiap orang tua tentu ingin melihat anaknya bahagia. Apabila anaknya seorang perempuan, lelaki yang baik dan punya penghasilan tetaplah yang akan mereka pilih, dengan harapan agar dapat membahagiakan anak mereka kelak setelah menikah. Sementara apabila anak mereka laki-laki, perempuan yang baiklah yang menjadi pilihan mereka. 

Terlepas dari hal-hal lain yang tidak diketahui sisi negatif dan positifnya, semua itu jelas adalah sebuah tujuan yang sangat baik, tetapi tidak semua anak bisa menerima cara seperti itu dengan senang hati, disertai berbagai macam alasan, di antaranya  mungkin si anak sudah mempunyai calon sendiri untuk bakal pendamping hidupnya. Ada baiknya orang tua membicarakan dan menanyakan kepada anaknya terlebih dahulu, apakah si anak sudah mempunyai pilihan sendiri, serta sosok seperti apa yang diinginkan si anak untuk menjadi pendamping hidupnya. Karena setiap manusia memiliki penilaian dan pandangan yang berbeda-beda, terlebih lagi hal seperti ini sangat erat kaitannya dengan wilayah perasaan.

Menyikapi hal-hal negatif yang akan terjadi, saat si anak menolak proses perjodohan. 

Kita sering terlupa betapa sangat pentingnya sebuah komunikasi yang baik, membicarakan segala sesuatu secara rinci sebelum mengambil sebuah keputusan yang bijaksana, tanpa ada seorangpun yang merasa dirugikan. Karena kesalah fahaman kecil saja bila terjadi dapat merusak dan bahkan menghancurkan indahnya kebersamaan. Maka dari itu jangan pernah sekalipun kita mengabaikan prinsip-prinsip dasar kebersamaan.                                                                                                                                                                                                                 

Di sini saya punya cerita tentang seorang teman perempuan saya yang dijodohkan oleh orang tuanya dengan lelaki yang tidak ia kenal sebelumnya, ini terjadi di pertengahan tahun 2006. Teman saya itu bernama Dini (maaf, saya pakai nama samaran). Ketika itu Dini masih berstatus sebagai mahasiswi di salah satu perguruan tinggi swasta di kota Bandung. Di dalam keluarganya Dini merupakan anak paling tua dari empat bersaudara.

Cerita bermula saat sang Nenek yang sangat dia sayangi jatuh sakit dan dirawat di salah satu rumah sakit di kota Bandung. Ketika dalam proses perawatan itu neneknya bernazar,

“Bila Tuhan berkendak tidak satupun manusia yang bisa menghalanginya, hamba memohon kepadaMu ya ALLAH penguasa semesta alam, bila suatu saat nanti engkau menjemput ajal hamba, sungguh atas kuasa engkau hamba hidup, hamba berpasrah kepadaMu ya Rabb. Hamba memohon kepadaMu ya ALLAH, bila keputusan itu ditetapkan, tetapkanlah setelah hamba menyaksikan pernikahan cucu hamba yang paling tua, maha suci ALLAH hanya kepadamu hamba memohon pertolongan, kabulkanlah keinginan hambaMu ini ya ALLAH”.     

Karena nazar sang Nenek yang dia sayangi itulah orang tua dan keluarga besarnya mulai merencanakan perjodohan untuknya, meski awalnya Dini menolak rencana perjodohan tersebut dengan berbagai alasan, salah satu alasannya ia ingin menyelesaikan kuliahnya terlebih dahulu sebelum menikah, tetapi penolakan dan alasan yang ia kemukakan tidak juga membuat rencana kedua orang tua dan keluarga besarnya berubah.

Di sisi lain, Dini juga saat itu belum memiliki seorang kekasih, setelah tiga bulan sebelumnya putus dari cowok yang notabene teman satu kampusnya. Karena desakan yang begitu kuat dari orang tua dan keluarga besarnya, ditambah lagi dengan kondisi sang nenek yang masih dirawat di rumah sakit, akhirnya Dini memilih mempertimbangkan terlebih dahulu rencana perjodohannya itu dan ia pun diberi waktu satu minggu untuk mengambil sebuah keputusan.

Satu minggu waktu yang sudah disepakati. Baru berjalan tiga hari ternyata orang tua serta keluarga besarnya sudah merancang acara perkenalan, dan pertemuan dua keluarga besarpun berlangsung. Dari situlah untuk kali pertama Dini melihat dan mengenal sosok laki-laki yang akan dijodohkan dengannya. Cowok tersebut seorang pengusaha muda, memiliki wajah yang tergolong tampan, serta berasal dari keluarga terhormat. Proses yang sangat singkat menuntut masing-masing dari mereka saling mengenal secara instant.

Saat-saat pertama mungkin terasa canggung, tapi komunikasi yang baik akhirnya menuntun mereka berdua ke satu arah yang sama, prinsip dan tujuan yang sama pula. Lima belas hari berlalu dari proses perkenalan, dua keluarga besar itu mulai merencanakan acara lamaran dan mencari hari yang tepat untuk melaksanakan resepsi pernikahan.

Sebagai salah seorang teman yang menghadiri, saya menyaksikan secara langsung sebuah resepsi pernikahan megah yang berawal dari proses perjodohan dan Setelah menikahpun yang saya lihat mereka berdua hidup sangat rukun sampai sekarang telah dikarunia dua orang anak yang lucu-lucu.

Kesimpulan: 

Menurut saya perjodohan itu bukanlah suatu hal yang harus ditakuti apa lagi dihindari, asalkan semua proses yang dilaluinya wajar tanpa ada unsur pemaksaan. Sebaik-baiknya orang tua adalah orang tua yang tahu karakter dan faham serta mengerti dengan apa yang diinginkan anaknya. Bila semua bisa diselesaikan tanpa mendikte, kenapa tidak ditempuh jalan musyawarah saja. 

Untuk kita sebagai seorang anak, selagi hal yang direncanakan orang tua kita terhadap kita tersebut tidak merusak apalagi merugikan atau sampai menyakitkan, kenapa harus ditentang tanpa mempertimbangkannya terlebih dahulu. Bila ternyata setelah perkenalan kita tidak menyukai sifat atau hal lain dari orang yang akan dijodohkan dengan kita, sebaiknya kita jujur kepada orang tua dan keluarga kita. Andaikan kita sudah mempunyai calon sendiri, beri tahu juga orang tua dan keluarga kita. 

Membicarakan segala sesuatu secara baik-baik merupakan salah satu jalan terindah untuk menjaga indahnya kebersamaan, karena sampai kapanpun sebuah kejujuran yang murni tidak akan bisa diukur dan dinilai dengan takaran apapun kecuali dengan rasa iklas dan ketulusan hati.




Mudah-mudahan artikel sederhana ini bisa bermanfaat bagi kita semua.

8 komentar:

  1. hmmm liat gambar diatas, jadi inget pas nikahan aq, dapet kartu ucapan yang gambarnya itu... Hohoho,

    kalo dipikir2 perjodohan banyak juga kog yang sukses, kaya mba DHini ini misalnya, yah walaupun Hari Gini udah banyak para ortu yang Fleksibel..

    emang Mr. TM lg Dijodohin yah...??

    BalasHapus
  2. Terima kasih kak Nadia... Ternyata kak Nadia jd bernostalgia jg ngelihat gambarnya... jihehehe...

    Betul banget kak,kita meyakini jodoh itu yg menetapkan Sang khaliq, jd bs datang dr sisi mana saja.

    TM d jodohin...jihehehee....kak Nadia bs ajja... Minta do'a nya ajja dech kak Nadia, Mudah2an planning TM merried thn 2012 kesampain,,, amien... jieeeee jd curhat dech.... jiehehehe....

    BalasHapus
  3. Amiiiiin, beberan nih aq doakan semoga TM dpt jodoh terbaik yah, dan jangan lupa undang aq yaw...

    BalasHapus
  4. JIhhehehe........Makasih kak Nadia yg bae hati...

    BalasHapus
  5. nice post ajo.....

    tpi tetep bingung... :((

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bingung, pegangan yang kuat.:D

      Hapus
  6. Balasan
    1. Kama lewatnyo kolah tu? :)

      Hapus